Ethical hacking adalah kegiatan pengujian keamanan pada sistem komputer, jaringan, maupun aplikasi yang dilakukan secara legal, terkontrol, dan berizin dengan tujuan utama menemukan celah keamanan sebelum dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Praktik ini umumnya dilakukan oleh white hat hacker yang bekerja secara profesional di instansi pemerintah, perusahaan, atau sebagai konsultan keamanan, berbeda dengan grey hat yang sering melanggar aturan tanpa niat jahat, serta black hat yang menyerang tanpa izin untuk mencuri data, merusak sistem, dan mengancam stabilitas digital. Ethical hacking memiliki peran penting dalam mengidentifikasi kelemahan sistem sejak dini, memberikan rekomendasi perbaikan, mendukung keberlanjutan layanan digital, serta meningkatkan kesiapan menghadapi serangan siber, yang didukung pula dengan penerapan kebiasaan keamanan digital seperti penggunaan kata sandi kuat, autentikasi dua faktor, kewaspadaan terhadap phishing, pembaruan sistem rutin, dan kehati-hatian dalam menggunakan Wi-Fi publik.